12 Cakes +1, 3 Days, No Help, With Baby, Challenge Accepted!

 

 

  Chocolate Chip Ganache Cake
Marble Cake Covered Chocolate
Jimmies Cakes with Strawberry Ganache Icing
Oreo Cake
Fruity Cake
Chocolate Ganache Cake
Peach Cake
Cotton Cheese Cake
Simple Ganache Cake
Classic Sponge Cheese Cake
Victorian Cake
12 Cakes, Done!
Ready to be Picked Up


Setelah istirahat sehari, rasanya badan baru mulai fit lagi. Alhamdulillah telah menyelesaikan 12 kue pesanan kakak yang merupakan CEO rumah sakit dalam waktu kurang dari seminggu. Pesan hari Rabu sore, dijemput hari Selasa pagi. Belanja bahan hari Kamis, Mulai persiapan hari Jumat, karena hari Sabtu ada pesanan kue terpisah dulu, jadi fokus ke itu dulu. Hari Sabtu pagi kue pesanan pertama siap dijemput, yakni chocolate ganache cake Batman theme. Siangnya ke RS untuk vaksin si buah hati. Sorenya baru bisa nafas sebentar ada acara lagi, selamatan sunatan keponakan tercinta sampai malam. Jadi, pratically waktu yang tersisa tinggal hari Minggu dan Senin. Hari Kamisnya sempat buat ganache icing dan dimasukkan di freezer, itu sangat membantu. Karena, seperti kuduga, anakku tercinta tidak bisa ditinggal lama-lama, dan juga tidak bisa diajak bekerja lama-lama, maklumlah dia baru berusia 17 bulan. Bagaimana dia bisa atau mau mengerti bahwa mamanya harus memanggang 12 kue secara maraton. Tidak bisa dibuat semua langsung juga saat pemesanan karena, ya saya bukan baker profesional yang mempunyai perlengkapan di rumah, salah satunya kulkas atau tempat penyimpanan. Hey, I just started baking again, what do you expect ;) 
Well to sum up, semua pengerjaan dikebut selama 2 hari, selang seling dengan pekeraan rumah dan menemani si toddler aku. Masih belum ada ART, jadi semua dikerjakan sendiri, mulai dai persiapan, manggang hingga mencuci setelahnya. Hari Minggu, rumah dan dapur masih rapi, tapi hari Senin menjelang malam, segala perlengkapan dan hasil pembuatan bertumpuk di meja 😅 Dan, ternyata anakku juga memilih tidak ingin tidur cepat malam itu, jadilah melanjutkan buat kuenya dan menghias start jam 1 malam. Alhasil, diriku tidak tidur hingga semua kue itu dijemput jam setengah 10 pagi. Paginya sempat panik, karena di saat-saat terakhir tinggal menghias dua kue lagi, si buah hari terbangun, dan terbangun dengan kesal lagi. Alhamdulillah, suamiku tercinta, meskpiun dia harus bekerja hari itu dan yang biasanya subuh sudah mulai siap-siap, masih sempat menemani anak hingga mamanya selesai bekerja, baru dia pergi bekerja dengan sepeda, thank you hubby 😘 
Karena tidak tenang si anak sudah bangun, terpaksa menghias kue dengan terburu-buru dan sedikit tidak rapi, jadi daripada makin tidak puas dengan hasilnya. Berhemti dulu bekerja, dan berusaha menidurkan lagi si buah hati yang memang terbangun karena badannya digigit tungau sepertinya, yang membuatnya kegatalan dan kesal. Setelah berhasil menidurkannya kembali, barulah aku melanjutkan dengan tenang kue yang terakhir itu. Alhamdulillah selesai juga, didinginkan sebentar di kulkas (sebagian numpang di kulkas kakak yang tinggal di sebelah), baru mulai masukkan ke kotak dan lalu difoto satu per satu untuk dokumentasi. 
Masih tersisa setengah jam sebelum dijemput, belum bisa tidur karena harus memastikan kue tetap aman, tapiii mata rasanya sangat berat sekali, ada kali mata tertutup selama 10 menit, tapi ketika terbangun rasanya sudah segar kembali, dan pas sekali, yang mau mengambil kue sudah datang.
Alhamdulillah, 12 jenis kue, dan ada chocolate ganache dibuat secara berbeda, akhirnya selesai dan sampai dengan aman di RS (setelah memastikan ke si pemesan). 
Lalu, ya apalagi...tidurlah tinggal  😃 dan Alhamdulillah nya lagi, si anak juga tidak terbangun ketika mamanya mau tidur, jadilah kami tidur kembali hingga jam 12 siang. Ternyata baru 2 jam tidur, tapi karena itu di siang hari, jadi rasanya tidak bisa tidur lebih lama lagi. 
Pengalaman yang luar biasa untuk aku, menantang diri sendiri untuk bisa menerima pesanan ini, walaupun sempat ragu, tapi berhubung yang pesan kakak sendiri dan untuk selamatan keponakan, jadi aku sanggupi. Tidak ada ART, orang rumah pun tidak ada yang bisa diminta tolong karena memang bukan keahlian mereka, mempunyai anak yang masih berusia 17 bulan dan lagi nempel-nempelnya, tidak bisa mengabaikan pekerjaan rumah dan kucing. Alhamdulillah telah diberi kekuatan oleh Allah SWT... Insya Allah siapapun yang menerima kuenya yang dikirim satu-satu oleh kakakku itu, menyukainya, karena aku membuatnya dengan sungguh-sungguh dan perjuangan hehehe.... Aamiin...




Komentar

Postingan Populer