My Little Workshop
Hampir sebulan terakhir ini tidak sempat membuat kue atau menerima pesanan, karena lagi fokus ingin buka workshop di rumah. Seperti dulu pernah buka di rumah lama, hanya saja di rumah yang dulu, lingkungannya masih tertutup, aku harus gembok terus karena masih kurang aman. Tapi sepertinya di lingkungan yang baru ini cukup aman untuk membuka toko dan mempersilahkan tamu datang kapan saja (tentunya sesuai jam buka). Kenapa aku bilangnya workshop, ya karena ini semacam 'bengkel' kuenya aku. Aku tidak bisa buka toko sepenuhnya seperti toko-toko kue pada umumnya, pertama, selain modalnya masih modal nekat hehehe, kedua, aku masih punya anak hampir toddler dan tidak ada ART, karena memang belum memungkinkan untuk menggunakan jasa ART.
Cita-cita dan impian selalu ingin mempunyai toko sendiri dan kalau bisa sekalian perpustakaan, tapi sepertinya di zaman yang semakin tidak membutuhkan buku lagi untuk dibaca, impian itu jadi berubah sedikit. Mempunyai toko kue saja sudah cukup, dan kalau bisa menjadi tempat orang bisa santai sejenak sehabis olahraga, o ya aku memang jam bukanya terbatas, ya karena alasan di atas tadi.
Ini adalah bab baru lagi dalam hidupku, setelah mama meninggal, pada akhirnya aku bisa hamil dan melahirkan bayi tercantik ke dunia ini di usia yang tidak muda lagi, lalu pindah rumah, dan akhirnya memberanikan diri untuk buka usaha lagi. Penuh tantangan memang, karena aku bukan lah mama-mama muda yan mempunyai banyak waktu untuk bergaul dan bersosialisasi. Menjadi IRT dan seorang ibu dari anak yang baru mau memasuki fase toddler tanpa asisten dan keluarga terdekat yang dapat membantu (tidak ada oma atau opa atau tante untuk si kecil sebagai pengganti teman bermain selain mamanya), rasanya kok ya tenaga habis saja terus. Bukan alasan memang, karena banyak ibu-ibu di luar sana yang bernasib sama seperti aku tapi masih bisa berhasil dalam melakukan usaha rumahan. Jadi, bulatkan tekad, jauhkan rasa malas dan terus berusaha yang terbaik.
Bismillah, walaupun sampai saat ini masih sepi dari pengunjung, tapi jangan sampai luntur semangatnya, tetaplah berusaha dan berdoa.


Komentar
Posting Komentar