When You're Trying Be Like
Sudah hampir 11 tahun aku berusaha di bidang perkuean ini. Awalnya karena hobi, tapi kemudian berubah menjadi suatu peluang usaha, dan kemudian menjadi kebutuhan dan keharusan, lama-lama akhirnya jadi memaksa hingga limit di mana merasakan keputusasaan. Membuat kue yang tadinya merupakan kenangan indah dari mama, menjadi suatu keharusan yang membuat depresi. Ingin rasanya kembali ke masa membuat kue itu menjadi hal yang menyenangkan dan menenangkan.
Mungkin aku terlalu cepat mengungkapkan keputusasaan di awal paragraf ya... Ok mari mundur sedikit. Aku adalah seorang ibu baru yang sudah tidak muda lagi. Memiliki anak pertama di usia 39 tahun. Ketika anak ini di usia yang sedang lucu-lucunya dan aktif, mamanya mulai merasakan lelah fisik. Ketika berusaha memiliki si buah hati, aku harus berhenti kerja, karena usahanya butuh istirahat dan ketenangan batin, meskipun diperlukan biaya yang cukup besar, tapi alhamdulillah papanya mampu menanganinya. Ikhtiar dan doa kami alhamdulillah berhasil sehingga memunculkan si cantik kesayangan kami ini. Sekarang ketika si anak sudah memerlukan kebutuhan yang cukup banyak, mamanya sudah mulai telat untuk mencari kerja kantoran kembali dalam segi usia dan pengalaman. Maka mulailah kue ini dijadikan bisnis. Karena ini yang aku ketahui dan senangi, dan cukup ahli kalau boleh dikatakan untuk sendiri :) Karena gelar sarjanaku tidak terlalu kupakai, itu lebih hanya untuk penyembuhan batin sendiri saja ;p Tapi ternyata aku terlepas dari kenyataan, bahwa hidup itu tidak semudah ketika kita muda dulu dan ketika kedua orang tua masih lengkap, atau adanya seorang mama yang sangat mendukung dan mempercayai putrinya, meskipun putrinya itu seringkali melakukan kesalahan. Tapi di matanya, putrinya selalu bisa bangkit lagi dan berusaha lagi. Tapi setelah beliau tiada, rasanya aku tidak menapak lagi di bumi ini, menjadi hilang arah dan semakin menutup diri. Ternyata berusaha melakukan semua sendiri itu tidak menghasilkan sesuatu yang baik. I learn the hard way.
Sekarang aku berusaha bangkit dan memikirkan ulang apa yang harus dilakukan. Semua orang sudah mulai tidak percaya aku bisa melakukan ini, dan akhirnya aku juga. Demi si anak yang sebentar lagi menjadi balita insyAllah, mamanya harus mulai bangun dari mimpi dan menghadapi kenyataan.
Kok jadi sedih ya postingan ini. Ini hanya jeritan hati yang tertahan. Begitu banyak postingan kue yang tersebar di IG dan media sosial, ada yang serupa dan ada yang sangat kreatif dan banyak juga postingan yang menunjukkan kegigihan berusaha. Ingin seperti itu tapi tanpa rasa percaya diri sepertinya akan sulit melanjutkan.
Ketikan ini hanyalah rasa gelisah seorang ibu yang sudah mulai kehilangan kendalinya, dan ingin kembali merasa normal lagi. InsyaAllah ada jalan keluar untuk masalah yang sedang dihadapi. Harapannya tidak menyulitkan orang lain, itu yang pertama ingin diwujudkan. InsyaAllah kalau ada rezeki, aku akan melanjutkan membuat kue dengan perasaan tenang dan senang. Baking is suppossed to be fun and sweet.
Aku rasa banyak di luar sana, si pejuang kue yang merasakan perasaan putus asa yang sama ketika kerja kerasnya tidak menghasilkan tapi malah menghilangkan perasaan senang di dalam prosesnya. Ada fasenya. Mudah-mudahan aku bisa bangkit lagi atas izin Allah.
Ini keluh kesah di malam hari ketika tidak bisa tidur memikirkan masalah yang tak kunjung selesai.
Aku tidak tahu apakah ada yang pernah benar-benar baca blog aku, tapi seandainya ada, aku harap ada komentar atau saran atau paling tidak merasakan pengalaman yang sama dan ingin sekail bercerita ke seseorang dan berbagi pengalaman...


Komentar
Posting Komentar